Yayasan Sultan Muhammad Aminsyah bekerja di tiga jalur — pendidikan & sosial, kemanusiaan, dan keagamaan — untuk masyarakat Aceh dan sekitarnya, dijalankan dengan tata kelola yang transparan dan tercatat sah secara hukum.
Lambang Yayasan menampilkan perahu layar dengan inskripsi "Peureulak" — mengacu pada Kesultanan Peureulak, salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang berdiri di pesisir Aceh. Perahu melambangkan jejak dakwah dan perniagaan yang mengalir lewat jalur laut, sejalan dengan semangat Yayasan dalam menyalurkan manfaat lintas kampung dan generasi.
Kerajaan Peureulak merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang berperan penting dalam penyebaran Islam dan peradaban di Aceh.
“Menjaga Warisan Leluhur, Merawat Sejarah, Membangun Masa Depan”
Didirikan sah di hadapan Notaris Muhammad Haykal Arsyi, S.H., M.Kn., berkedudukan di Kota Banda Aceh, dengan kekayaan awal yang dipisahkan dari harta pribadi para pendiri.
Yayasan Sultan Muhammad Aminsyah berkedudukan di Jalan Teungku Syik Lamjabat, Desa Surien, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.
Yayasan ini lahir dari niat sekelompok warga Aceh — akademisi, wiraswasta, tenaga kesehatan, dan aparatur sipil — yang menyisihkan sebagian harta pribadinya untuk membentuk kekayaan awal, dengan satu tujuan: menghadirkan manfaat nyata di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan bagi masyarakat Aceh.
Tata kelola yayasan mengikuti Undang-Undang Yayasan, dengan tiga organ yang saling mengawasi: Pembina yang menetapkan arah kebijakan, Pengurus yang menjalankan program sehari-hari, dan Pengawas yang memastikan semuanya berjalan sesuai Anggaran Dasar.
Sesuai Anggaran Dasar Pasal 2 dan 3, kegiatan Yayasan bergerak di tiga bidang berikut, masing-masing dengan cakupan kerja yang konkret.
Sesuai Pasal 43 Anggaran Dasar, susunan organ pertama Yayasan ditetapkan sebagai berikut.
Foto kegiatan Yayasan akan tampil di sini seiring program berjalan.
Kumpulan liputan tentang kegiatan Yayasan dari media luar. Tautan ini mengarah langsung ke sumber aslinya.
Baik zakat, infaq, sedekah, wakaf, maupun hibah, dapat disalurkan melalui rekening resmi Yayasan di bawah ini.
Yayasan telah memperoleh status badan hukum resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Bagian laporan tahunan akan diperbarui setiap tahun sesuai kewajiban dalam Pasal 35 Anggaran Dasar.
Baik melalui zakat, infaq, sedekah, wakaf, hibah, atau menjadi mitra program, setiap dukungan disalurkan sesuai maksud dan tujuan Yayasan yang tercatat dalam Anggaran Dasar.
Hubungi Yayasan